Padang Pariaman Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Cokelat

Pariaman__Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjadikan daerah itu sebagai Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Cokelat yang dibangun di daerah itu sebagai agrowisata. Pembangunan sentra IKM cokelat di Malibou Anai, Nagari Guguak, Kecamtan 2×11 Kayu Tanam telah diawali semenjak 2017.

Ada lima zona bangunan yang dijadikan zona bangunan sentra IKM yaitu zona parkir, zona pemasaran dan kantor pengelola, zona produksi, serta unit pelaksana teknis. Ini merupakan pembangunan industri cokelat satu-satunya di Sumatera Barat.

“Sebelumnya Kementerian Perindustrian RI, telah memberi suatu kepercayaan kepada Padang Pariaman sebagai Sentra IKM,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Padang Pariaman, Rudi Repenaldi, Senin 06/01/2019.

Pembangunan itu, dilengkapi dengan taman coklat percontohan, ruang teater, galeri coklat, pabrik coklat, dan cafe. Dengan potensi tersebut maka sentra IKM cokelat itu memiliki konsep agrowisata dan wisata edukasi.

Kadis Rudi Repenaldi mengatakan, pembangunan sentra IKM coklat ini dilaksanakan menjadi 3 tahap, dimana tahap pertama 2019 telah dikucurkan dana sebesar 15.5 M, lanjutan pembangunan pada tahun 2020 sebeaar 17.3 M meliputi lanjutan pembangunan fisik gedung dan pengadaan peralatan mesin olahan.

Ia berharap, keberadaan sentra coklat ini dapat meningkatkan ekonomi IKM yang bergerak bidang pengolahan cacao, mulai dari penyediaan bahan mentah berupa biji, olahan pasta coklat, serbuk coklat ori, serta makanan olahan berbahan coklat semuanya akan terpusat di sentra tersebut.

Lokasi yang sangat strategis menjadikan nilai tambah keberadaan sentra iIKM coklat padang pariaman, terletak di lokasi wisata unggulan padang pariaman malibou anai, diharapkan keberadaan sentra ini menjadi satu-satunya kawasan eduwisata bidang tanaman kakao di sumatera barat.

“Butuh dukungan segala pihak untuk memajukan project strategis ini terutama para petani kakao yang mampu menghasilkan biji kakao fermentasi sebagai bahan baku olahan coklat yang berkualitas,” kata dia.

Promosi sedang gencar dilakukan pihak pemerintah saat ini agar cokelat asal Padang Pariaman yang diproduksi warga dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini sudah diproduksi masyarakat dan telah menembus pasar internasional dan telah memilki sentra industrinya.

Coklat Padang Pariaman, Kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni merupakan produk unggulan Sumbar dan Padang Pariaman yang tercantun dalam Rancangan Pengembangan Industri Propinsi (RPIP) tahun 2016-2035.

Ia berharap petani kako semakin bersemngat menanam dan merawat pohon kakao. Sehingga menghasilkan biji kakao yang berkulitas dan berdaya saing dengan produk luar negeri. Petani tentu sangat gembira, biji kakaonya sudah masuk pasar Internasional.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman, Yurisman mengatakan bahwa kebun kakao seluas 12 ribu hektare merupakan yang terluas di Sumbar. Produksi kakao Sumbar didomisili dari petani Kakao Padang Pariaman.

Untuk pengolahan dipusatkan di Malibou Anai Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Dari pengolahan itu dihasilkan 30-50 kilo coklat per hari.

Selain itu, luas areal kakao di Padang Pariaman lk.12.000 Ha dan memilki 4 kebun entres yang terletak di daerah Sungai Geringging dan di Kecamatan Batang Anai dan Malibo Anai dengan 4 macam klon yakni Bl 50, MCC 1 , MCC 2 dan Sulawesi 1.

“Padang Pariaman mempunyai luas kebun Lk 12.000 Ha di daerah Sungai Geringging dan juga telah memilki kebun entres di Sungai Geringging. ” tandasnya menghakiri. (Syafrial Suger)

Dilihat: 90

 

Kontak

Silakan menghubungi kami melalui info berikut:

DINAS PENANAMAN MODAL, PELAYANAN TERPADU & PERINDUSTRIAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN

  

Jl. M. Syafei No. 10, Kecamatan Pariaman Tengah, Kp. Perak, Pariaman Tengah, Sumatera Barat 25513

  Telepon : (0751) - 4784539
Faksimile : (0751) - 4784539
  dpmptp.pdprm@gmail.com

© 2017 DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU DAN PERINDUSTRIAN
KABUPATEN PADANG PARIAMAN