Tambak Udang Paname Menggeliat di Padang Pariaman

Padang Pariaman, Prokabar – Potensi Tambak Udang Paname mulai muncul dari sejumlah investor lokal dan nasional di Provinsi Sumatera Barat. Potensi yang paling menarik itu berada kabupaten Padang Pariaman. Selain perairannya masih murni dan bagus, kondisi masyarakat dan pengurusan izin administrasi sudah mulai mempermudah pengusaha.

Rinto (39), salah seorang pengelola sekaligus pengawas yang berada di Pantai Sunur, Nagari Kuraitaji, Kabupaten Padang Pariaman, mengungkapkan lahan tersebut milik atau owner dari Haji Lukman dengan luas 1,3 hektar. Ia baru saja dipercaya mengelola 10 kolam tambak udang paname tersebut.

Menurutnya, banyak keuntungan dari usaha tersebut. Selain berdampak pada pendapatan daerah hingga meningkatkan ekpor udang ke luar negeri, juga menampung tenaga kerja yang bisa direkrut dari masyarakat setempat.

“Saya bekerja seperti ini sudah kemana-mana. Dari Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bali dan Makasar. Dan bila usaha ini berhasil, jelas akan memberi kontribusi kepada semua pihak nantinya,” ungkap Pria asal Jawa Tengah tersebut.

Saat ini masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Yaitu kontruksi lahan belum maksimal. Lahan rawa harus ditimbun satu kali kontruksi massa usia 10 tahun. Kemudian harus ada labor, kantin serta beberapa fasilitas lainnya.

“Saat ini ada 10 kolam, 8 kolam untuk produksi dan 2 kolam untuk pengendapan. Mempekerjakan 24 orang tenaga lokal dan luar daerah. Planing 2 juta ekor bibit dengan luas 1,3 hektar dan target pencapaian 35 Ton Udang Paneme,” kata Rinto.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman, Hendra Aswara menyebutkan sepanjang 41,1 km bibir pantai memiliki potensi untuk berinvestasi Tambak Udang di Padang Pariaman. Dan Usaha ini cukup berkembang pesat. Seperti di daerah Kataping, Ulakan Tapakis, dan Batang Gasan.

“Dari segi izin administrasi, alhamdulillah DPMPTP Padang Pariaman saat ini sudah lebih baik dan mempermudah investor dalam segala perizinannya. Kami akan mempermudah dan membantu sepenuh hati bagi investor yang hendak berinvestasi di Padang Pariaman,” tutur Hendara Aswara.

Kabid Penanaman Modal, Jon Eka menambahkan, investasi ini selain memberikan kontribusi pendapatan ke kas daerah, juga menampung pengangguran yang berada disekitarnya. Restribusi untuk yang didapat Padang Pariaman saat ini berupa pengurusan IMB . Sedangkan lainnya merupakan regulasi dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pusat.

“Lahan rawa selama ini sangat tidak produktif, sekarang sudah berdampak positif untuk masyarakat. Yang perlu kita antisipasi dan mencari solusinya saat ini adalah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengatasi hasil limbah dari Tambak Udang tersebut,” tutup Jon Eka. (rud)

Dilihat: 32

 

Kontak

Silakan menghubungi kami melalui info berikut:

DINAS PENANAMAN MODAL, PELAYANAN TERPADU & PERINDUSTRIAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN

  

Jl. M. Syafei No. 10, Kecamatan Pariaman Tengah, Kp. Perak, Pariaman Tengah, Sumatera Barat 25513

  Telepon : (0751) - 4784539
Faksimile : (0751) - 4784539
  dpmptp.pdprm@gmail.com

© 2017 DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU DAN PERINDUSTRIAN
KABUPATEN PADANG PARIAMAN